Posted by: agustuslima | 11 July 2009

Istilah Dalam Broadcast Design

Dalam dunia Broadcast Design terdapat banyak istilah yang dibakukan

sebagai panduan ke seluruh bagian, khususnya untuk produser promo dan on

air graphic designer dalam membuat grafis. Selain mereka hal ini juga

dipakai divisi sales dan marketing untuk keperluan klien dalam

mempromosikan produk mereka. Istilah-istilah ini dipakai secara global di

seluruh dunia pertelevisian.

Dan untuk menyamakan persepsi untuk produser, designer, account executive

maupun klien, elemen grafis dibagi menjadi tiga yaitu ; line, shape dan

texture. Karena banyak hal yang belum tentu dimengerti oleh pihak sales

marketing maupun klien dalam mengajukan job request maupun revisinya

ON AIR LOOK

- Station ID : Bumper yang berisi identitas dari stasiun televisi

- Bug ID : identitas stasiun televisi yang muncul di pojok kiri atau

kanan atas dari layar televisi. Ketika program berjalan, bug akan muncul

dengan warna aslinya. Dan saat commercial break, bug berwarna putih

transparan

- Program Title : bumper tentang judul program yang sedang berlangsung.

Dipakai pada saat masuk ke commercial break atapun masuk ke program itu

- Classification : bug yang tujuannya untuk menjelaskan klasifikasi

khalayak program, biasanya yang muncul di bagian sudut layar televisi.

Klasifikasi ditulis dengan singkatan. SU : Semua Umur, D : Dewasa, BO :

Bimbingan Orangtua, A : Anak.

ON AIR PROMO

- Line Up : template berisi informasi jadwal tayang dalam satu hari atau

satu minggu, dengan waktu dan tanggal dari sebuah program. Bisa berupa

full frame template maupun strap

- Running text : template di posisi bagian bawah layar televisi, berisi

informasi ataupun iklan dari suatu produk

- Superimpose / bug : grafis berupa indentitas ataupun logo produk yang

muncul di pojok kiri atau kanan atas dari layar televisi

- Menu : template informasi jadwal acara yang muncul untuk memberi tahu

mata acara yang akan berlangsung di hari atau malam itu

- Next On : template berupa informasi tentang acara selanjutnya yang

muncul di program yang sedang berlangsung. Bisa berupa full frame

template ataupun bug

- Endstrap : template di bagian sepertiga paling bawah dari layar

televisi (lower third) yang muncul di bagian akhir promo berisi informasi

waktu dan tanggal dari sebuah program.

- Daystrap : template lower third yang muncul di tengah-tengah promo

program berisi informasi waktu dan tanggal sebuah program

- Endpage : bumper dibagian akhir promo program yang berisi informasi

tentang judul program tersebut

- Talent promo : bumper yang berisi informasi waktu dan tanggal sebuah

program, dengan menggunakan talent dari pengisi program yang bersangkutan

- Insert : animasi grafis di dalam promo program untuk memperkuat narasi

dari promo tersebut

- Full frame insert : template animasi grafis di dalam promo program yang

biasanya muncul untuk memberitahukan eksklusivitas program

- Slide : template grafis statis berupa pemberitahuan emergency promo

ataupun slide untuk Public Service Announcement

- Stillstore : template grafis statis berupa informasi tentang suatu

produk. Biasanya berupa logo produk

- Double bill : bumper di bagian akhir promo program, berisi informasi

dua program atau satu program di dua jam tayang yang berbeda

- Squeeze frame : template yang muncul dengan mengecilkan ukuran program

yang sedang berlangsung, berbentuk siku (L). Berisi informasi tentang

suatu produk

- Template LSF : Template yang muncul sebelum penayangan sebuah film yang

berisi informasi tentang kelayakan materi yang dikeluarkan oleh Lembaga

Sensor Film

NEWS & NON-NEWS PROGRAM

- OBB / CBB : singkatan dari Opening Bumper Break / Closing Bumper Break,

yaitu identitas dari judul suatu program berupa animasi dan grafis dengan

durasi 15 – 30 detik

- Bumper in / out : animasi grafis identitas suatu program untuk masuk ke

commercial break ataupun sebaliknya, pada saat program berlangsung

- Lower third : template grafis yang muncul di bagian sepertiga paling

bawah dari layar televisi, dengan informasi nama news anchor, reporter

ataupun narasumber. Maupun judul dari materi berita yang ditayangkan

- Highlight template : template yang berisi cuplikan dari materi di dalam

program yang akan disajikan pada episode tersebut

- Sting : bumper di dalam program untuk menjelaskan segmen-segmen dalam

sebuah program

- News ticker : template di bagian bawah seperti running text yang berisi

informasi singkat dari berbagai berita

- Virtual set : Set presenter berita yang dibuat dengan compugraphic dan

dikomposisikan dengan presenter untuk keperluan on air berita

- Over the shoulder / Picture box : Gambar/ilustrasi tentang materi

berita yang dibawakan presenter, terletak di pojok kanan atau kiri

presenter kira-kira diatas bahu presenter dengan tipe shooting medium

close up

- Window chit chat : template yang dipakai bila yang muncul di layar

televisi adalah presenter dan reporter di lapangan. Terdiri atas template

grafis dengan minimal dua window yang berisi gambar presenter di studio

dan gambar reporter yang melakukan peliputan langsung dari lokasi

- Beeper : template laporan telepon dari lokasi karena ketiadaan gambar

yang bisa didapat dari lokasi. Biasanya berisi ilustrasi jenis template

dan foto serta nama narasumber atau reporter.

- Flash bumper / transition : transisi singkat, dengan durasi maksimal 1

detik untuk menyambung dari satu gambar ke gambar lain

- Graphic insert : berupa penjelasan grafis dalam sebuah program, bisa

berupa informasi peta, illustrasi maupun graphic text

Istilah-istilah ini berlaku secara umum namun tidak semua stasiun

televisi dan program memakainya, tergantung keperluan dari tiap-tiap

stasiun.

Posted by: agustuslima | 21 June 2009

Deklarasi Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI)

Dalam rangka Hari Jadi Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI) Ke-6 maka seluruh Anggota ATVLI yang melaksanakan Kongres ke-III ATVLI pada tanggal 20-21 Juli 2008 di Ubud Bali dengan ini menyatakan kebulatan tekad untuk menyampaikan beberapa hal penting kepada Regulator Penyiaran Indonesia (Departemen Kominfoi RI. dan KPI Pusat/Daerah) :
Seluruh Anggota ATVLI siap untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menjalankan proses demokrasi dan memberi persembahan program yang terbaik bagi pembangunan masyarakat Indonesia seutuhnya yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
Seluruh Anggota ATVLI menjunjung tinggi kemajemukan dan kearifan lokal dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika,menteri dengan bertumpu pada potensi daerah melalui eksistensi televisi lokal, dengan memperkokoh kehadiran televisi lokal tersebut sebagai salah satu perwujudan otonomi daerah untuk persatuan bangsa.
Sebagai salah satu pilar demokrasi, seluruh Anggota ATVLI berpartisipasi aktif dalam Pesta Demokrasi di seluruh wilayah Indonesia.
Anggota ATVLI membulatkan tekad untuk tunduk pada UU No. 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran (beserta Peraturan lainnya yang terkait), sebagai wujud dukungan kami terhadap regulasi yang dijalankan oleh Departemen Kominfo RI bersama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) baik di pusat maupun daerah.
Saat ini kondisi perijinan televisi lokal khususnya anggota ATVLI masih menunggu proses perijinan yang sah, termasuk di antaranya melalui Forum Rapat Bersama (FRB) yang dilakukan Pemerintah Pusat bersama KPI.
Untuk itu kami memohon Bapak Menteri Kominfo dan Ketua KPI Pusat sebagai Regulator Penyiaran untuk segera memberi kepastian hukum terkait proses perijinan tersebut kepada kami yang merupakan bagian dari industri penyiaran di Indonesia.
Seluruh Anggota ATVLI merupakan tuan rumah didaerah dan ranah publiknya masing-masing. Oleh sebab itu harus mendapatkan prioritas dalam pengalokasian frekuensi untuk siaran.
Sehubungan hal tersebut, seluruh Anggota ATVLI meminta Regulator Penyiaran khususnya Direktorat Jenderal Postel Depkominfo memperhatikan hal tersebut diatas dan menjadikannya sebagai perhatian khusus dalam rencana penertiban frekuensi didaerah, dengan memberi transparansi klasifikasi dan teknisnya kepada Anggota ATVLI.
Hal ini karena seluruh Anggota ATVLI sudah sejak lama tunduk pada aturan yang ada khususnya UU No. 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran dengan mengikuti mekanisme perijinan penyiaran yang sesungguhnya.
Demikian Deklarasi ini kami sampaikan, agar menjadi perhatian kita bersama. Terima kasih.

Ubud, Bali 21 Juli 2008
Seluruh Anggota Asosiasi TV Lokal Indonesia (ATVLI)

sumber : www.atvli.com

Posted by: agustuslima | 11 June 2009

Cara Kerja Komponen Dalam Televisi

cara kerja televisi

1.   Antenna berfungsi untuk menangkap gambar di udara yang dipancarkan oleh pemancar dari stasiun tv.

2.   Gelombang yang datang diteruskan oleh penghantar dari colokan antenna.

3.   Oleh Tunner, gelombang dipecah menjadi dua bagian: audio dan video.  Alat ini juga memilah gelombang sesuai saluran (channel) stasiun tv yang tertangkap oleh antenna.

4.   Sirkuit penembak elektron memproses gelombang gambar.

5.   Bagian ini menembakkan elektron (merah, hijau, biru) ke tabung katoda (CRT/Cathode Ray Tube).

6.   Berkas elektron menerobos suatu cincin elektromagnet. Elektron dapat dikendarai oleh magnit sebab mereka mempunyai elektron negatif.

7.   Berkas cahaya ini akan diarahkan ke layar yang di beri bahan kimia berupa fosfor. Saat berkas elektron ini mengenai fosfor akan menampilkan titik-titik warna merah, biru, dan hijau. Yang tidak kena tetap bewarna hitam. Kombinasi-kombinasi warna inilah yang menghasilkan gambar di televisi.

8.   Gelombang suara akan di proses pada bagian ini untuk menghilangkan berbagai ganguan.

9.   Gelombang audio akan di filter dan di keraskan dengan bantuan speaker.

Posted by: agustuslima | 31 May 2009

Satu Program ‘Re-package’, Juni ini

Terhitung sejak 21 April tahun 2007, satu program yang mengetengahkan isu kesetaraan gender dengan menghadirkan profil perempuan inspiratif mulai mengudara di layar kaca Bandung TV, Binangkit.

Di awal perjalanannya, program yang digawangi para kru yang kebanyakan perempuan sempat menjadi salah satu program yang berhasil meraih kategori unggulan di Bandung TV. Sudah banyak sekali profil tokoh perempuan yang diangkat dari berbagai kalangan di bidang yang digeluti masing-masing.

Pada bulan Juni 2009, tim produksi Binangkit berencana untuk mengubah format tayangan acara ini dengan sedikit pembenahan disana-sini. Sepertinya akan terasa ‘lebih padat’ dengan pemangkasan durasi hingga 30 menit dari semula 1 jam dalam satu episode tayangan. Namun, jam tayang tetap tidak berubah: SETIAP SABTU PUKUL 10.00 WIB.

So, bagaimana format Binangkit ‘repackage’ sebenarnya? Kita tunggu bersama..

Posted by: agustuslima | 28 April 2009

Framming Kamera dan Pengaturan Komposisi Gambar

JENIS-JENIS SHOT

> Close Up Shot
Shot yang menampilkan objek pada gambar lebih dekat. Misalnya dari batas bahu sampai atas kepala.

> MCU (Medium Close Up Shot)
Shot yang menampilkan sebatas dada sampai atas kepala.

> BCU (Big Close Up)
Shot yang menampilkan bagian tubuh atau benda tertentu sehingga tampak besar. Misal : wajah manusia sebatas dagu sampai dahi.

> ECU (Extrime Close Up)
Shot yang menampilkan detail obyek. Misalnya mata, hidung, atau telinga.

> MS (Medium Shot)
Shot yang menampilkan sebatas pinggang sampai atas kepala.

> KNEE SHOT
Shot yang menampilkan sebatas lutut sampai dengan atas kepala

> TS (Total Shot)
Shot yang menampilkan keseluruhan obyek.

> ES (Establish Shot)
Shot yang menampilkan keseluruhan objek ditambah dengan ruang di sekitarnya sebagai pemandangan atau suatu tempat untuk memberi orientasi di mana peristiwa atau bagaimana kondisi adegan itu terjadi.

> Two Shot
Shot yang menampilkan dua orang/objek terlepas dari jauh atau dekatnya pengambilan gambar.

> OSS (Over Shoulder Shot)
Pengambilan gambar di mana kamera berada di belakang bahu salah satu pelaku atau dibelakang objek yang membelakangi, dan tampak di dalam frame. Sementara obyek utama tampak menghadap kamera dengan latar depan bahu lawan main.
> POV (Point Of View)
Kemera sebagai sudut pandang pelaku atau subjek gambar (sudut pandang orang pertama).

SUDUT PENGAMBILAN KAMERA

1. High Angle
Posisi kamera lebih tinggi dari obyek yang diambil.

2. Normal Angle (Eye level)
Posisi kamera sejajar dengan ketinggian mata (titik pusat perhatian) obyek yang diambil.

3. Low Angle
Posisi kamera lebih rendah dari obyek yang diambil.

GERAKAN KAMERA

> Panning
Panning adalah gerakan kamera secara horizontal (posisi kamera tetap di tempat) dari kiri ke kanan atau sebaliknya.

Pan right : gerak kamera mendatar dari kiri ke kanan.
Pan left : gerak kamera mendatar dari kanan ke kiri.

> Tilting
Tilting adalah gerakan kamera secara vertikal (posisi kamera tetap di tempat) dari atas ke bawah atau sebaliknya.

Tilt up : gerak kamera secara vertikal dari bawah ke atas.
Tilt down : gerak kamera secara vertikal dari atas ke bawah.

> Tracking
Track adalah gerakan kamera mendekati atau menjauhi obyek.
Track in : gerak kamera mendekati obyek
Track out : gerak kamera menjauhi obyek

> Follow
Kamera mengikuti obyek bergerak searah

GARIS IMAGINER

Garis imaginer digunakan untuk memberi batas posisi kamera dalam mengambil gambar agar tidak jumping dan menjaga kontinuitas gambar. Gampangnya kita bayangkan garis lurus yang memisahkan kiri dan kanan. Apabila kita meletakan kamera posisi di sebelah kanan, maka untuk pengambilan berikutnya (apalagi jika kamera tidak hanya satu) juga harus mengambil dari posisi sebelah kanan. Begitu juga sebaliknya.

ALAT PENDUKUNG KAMERA

> Tripod, penyangga kamera yang terdiri dari tiga kaki.

> Monopod, penyangga kamera yang hanya mempunyai satu kaki.

> Dolly, penopang kamera diatas roda yang bisa digerakkan keberbagai arah, biasanya berjalan diatas rel dan mempunyai 4 roda.

> Cam Crane, alat penopang kamera berbentuk pipa panjang yang disalah satu ujungnya diletakkan kamera dan ujung lainnya diberi pemberat.

> Jimmy Jib, semacam Cam Crane yang diberi remote head yang dikontrol oleh operator kamera.

> Filter, plastic atau kaca yang diletakkan diatas lensa kamera untuk memberikan suasana tertentu.

Older Posts »

Categories